MENJAGA SANAD MERAWAT MODERASI: Pedagogi Kitab Kuning, Nilai Profetik, dan Counter-Narrative Radikalisme

MENJAGA SANAD MERAWAT MODERASI: Pedagogi Kitab Kuning, Nilai Profetik, dan Counter-Narrative Radikalisme

 Author: Dr. H. Muhammad Taufiq, M.Pd.I  Publisher: NH Press  Published: August 25, 2026  ISBN: 978-634-05-4929-4  Pages: 121 More Details
 Description:

Di tengah pesatnya era digital, arus informasi keagamaan mengalir tanpa sekat, melahirkan fenomena belajar agama secara instan melalui media sosial. Pola pemahaman agama tanpa pendampingan guru serta ketiadaan sanad keilmuan yang bersambung (ittishal al-sanad) memicu dangkalnya penafsiran teks, yang rawan dimanfaatkan untuk melegitimasi narasi ekstremis dan radikalisme. Buku Menjaga Sanad Merawat Moderasi hadir sebagai jawaban akademis dan teologis atas keprihatinan sosiologis tersebut, menawarkan formulasi tajam untuk membentengi generasi muda dari ancaman ideologi radikal.

Karya Dr. H. Muhammad Taufiq, M.Pd.I ini bertumpu pada pembacaan kritis atas kitab monumental Mafahim Yajibu an-Tushahhah karya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani. Melalui strategi debunking yang ilmiah, santun, dan rasional, penulis meluruskan tuduhan serta penyimpangan interpretasi kelompok puritan secara mendasar. Kerangka pemikiran ini kian solid berkat integrasi Ilmu Sosial Profetik (humanisasi, liberasi, dan transendensi), Tasawuf Sunni, serta diartikulasikan lewat keteladanan empat pilar ulama Nusantara: KH. Hasyim Asy’ari (adab keilmuan), KH. Ahmad Siddiq (moderasi dan Tri Ukhuwah), KH. Sahal Mahfudh (Fiqh Sosial), dan KH. M. Quraish Shihab (tafsir dialogis).

Tidak berhenti pada wacana teoritis, buku ini menyajikan model implementasi empiris melalui praktik pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo. Penulis merekonstruksi pembelajaran kitab salaf dengan memadukan teori pedagogi modern seperti Zone of Proximal Development (ZPD) dan Problem-Based Learning hingga merubah metode tradisional menjadi Bandongan Dialogis-Kritis. Melalui sintesis ini, buku ini memberikan pembuktian nyata bahwa merawat sanad keilmuan dan menjaga moderasi beragama justru menjadi instrumen paling efektif dalam membangun daya kritis serta imunitas ideologis generasi muda di ruang publik.

 Back